Pola Dasar

China

30 hasil · 2026-09-22 sampai 2026-10-21

Pola Dasar China
ResultBesar/KecilB/KGanjil/GenapG/GKmbg/KmpisKb/KpTengah/TepiTg/TpHomo/SilangH/SJumlahJml
AsKpKEAsKpKEDTBDTBDTBDTBDTB
3001KCKCKCKCGJGPGPGJKPTWKBTHTPTPSLHMSLGJGPGJKCKCKC
4992KCBSBSKCGPGJGJGPKBTWKPTHTPTPSLHMSLGPGJGPKCBSKC
1798KCBSBSBSGJGJGJGPKBKBKPTPTPTPHMHMSLGPGJGPBSBSBS
6250BSKCBSKCGPGPGJGPKPKBKPTHTPTHHMSLSLGPGJGJBSBSBS
3829KCBSKCBSGJGPGPGJKBKPKBTHTPTHSLHMSLGPGJGPKCKCKC
5728BSBSKCBSGJGJGPGPKBKPKBTHTHTHHMSLHMGJGJGJKCBSKC
5564BSBSBSKCGJGJGPGPTWKBKPTHTHTHHMSLHMGJGPGJKCKCKC
3766KCBSBSBSGJGJGPGPKBKPTWTHTPTHHMSLHMGJGPGJKCKCKC
9491BSKCBSKCGJGPGJGJKPKBKPTPTHTPSLSLHMGPGPGJKCKCKC
1104KCKCKCKCGJGJGPGPTWKPKBTPTPTPHMSLHMGPGJGPKCKCKC
6743BSBSKCKCGPGJGPGJKBKPKPTHTHTHSLSLSLGPGPGJKCKCBS
3780KCBSBSKCGJGJGPGPKBKBKPTHTPTPHMSLHMGJGPGPKCBSBS
4694KCBSBSKCGPGPGJGPKBKBKPTHTHTPHMSLSLGJGPGPKCBSKC
2577KCBSBSBSGPGJGJGJKBKBTWTPTHTPSLHMHMGJGJGJBSKCBS
3441KCKCKCKCGJGPGPGJKBTWKPTHTHTHSLHMSLGJGPGJBSBSBS
4901KCBSKCKCGPGJGPGJKBKPKBTHTPTPSLSLSLGPGJGJKCBSKC
2793KCBSBSKCGPGJGJGJKBKBKPTHTPTPSLHMHMGJGJGJBSBSKC
6340BSKCKCKCGPGJGPGPKPKBKPTHTHTHSLSLHMGJGJGPBSBSKC
8475BSKCBSBSGPGPGJGJKPKBKPTPTHTPHMSLHMGJGPGJKCKCKC
0042KCKCKCKCGPGPGPGPTWKBKPTPTPTHHMHMHMGPGPGPKCKCBS
9498BSKCBSBSGJGPGJGPKPKBKPTPTHTPSLSLSLGPGPGPKCKCBS
6485BSKCBSBSGPGPGPGJKPKBKPTHTHTPHMHMSLGJGJGPKCKCKC
0810KCBSKCKCGPGPGJGPKBKPKPTPTPTPHMSLSLGPGJGJBSBSKC
9679BSBSBSBSGJGPGJGJKPKBKBTPTHTPSLSLHMGPGPGJBSKCBS
4540KCBSKCKCGPGJGPGPKBKPKPTHTHTHSLSLHMGJGJGPBSBSKC
9301BSKCKCKCGJGJGPGJKPKPKBTPTHTPHMSLSLGJGJGJKCKCKC
5573BSBSBSKCGJGJGJGJTWKBKPTHTHTHHMHMHMGJGJGJKCKCKC
6419BSKCKCBSGPGPGJGJKPKPKBTHTHTPHMSLHMGJGJGJKCBSKC
1600KCBSKCKCGJGPGPGPKBKPTWTPTHTPSLHMHMGJGPGPBSBSKC
9554BSBSBSKCGJGJGJGPKPTWKPTPTHTHHMHMSLGJGJGJBSKCBS

ANALISIS STATISTIK PREMIUM

Berdasarkan 30 putaran data pasaran yang ditampilkan

Posisi Atas

As Digit 1
Besar14(46.7%)
Kecil16(53.3%)
Ganjil16(53.3%)
Genap14(46.7%)
Kop Digit 2
Besar18(60%)
Kecil12(40%)
Ganjil16(53.3%)
Genap14(46.7%)

Posisi Bawah

Kepala Digit 3
Besar16(53.3%)
Kecil14(46.7%)
Ganjil14(46.7%)
Genap16(53.3%)
Ekor Digit 4
Besar10(33.3%)
Kecil20(66.7%)
Ganjil14(46.7%)
Genap16(53.3%)

Pola Khusus

Depan As+Kop
Kembang15(50%)
Kempis11(36.7%)
Kembar4(13.3%)
Homo16(53.3%)
Silang14(46.7%)
Belakang Kep+Ek
Kembang8(26.7%)
Kempis19(63.3%)
Kembar3(10%)
Homo16(53.3%)
Silang14(46.7%)

Total Jumlah

Jumlah Depan
Besar11(36.7%)
Kecil19(63.3%)
Ganjil18(60%)
Genap12(40%)
Jumlah Belakang
Besar10(33.3%)
Kecil20(66.7%)
Ganjil18(60%)
Genap12(40%)

ANOMALI KESEIMBANGAN

Ditemukan 11 ketidakseimbangan (≥60% dominasi):

  • Pada Besar/Kecil KOP, Besar mendominasi dengan 60% (18x), sedangkan Kecil hanya 40% (12x).
  • Pada Besar/Kecil EKOR, Kecil mendominasi dengan 66.7% (20x), sedangkan Besar hanya 33.3% (10x).
  • Pada Kembang/Kempis BELAKANG, Kempis mendominasi dengan 63.3% (19x), sedangkan Kembang hanya 26.7% (8x), Kembar hanya 10% (3x).
  • Pada Tengah/Tepi DEPAN, Tengah mendominasi dengan 60% (18x), sedangkan Tepi hanya 40% (12x).
  • Pada Tengah/Tepi TENGAH, Tengah mendominasi dengan 60% (18x), sedangkan Tepi hanya 40% (12x).
  • Pada Tengah/Tepi BELAKANG, Tepi mendominasi dengan 60% (18x), sedangkan Tengah hanya 40% (12x).
  • Pada Homo/Silang TENGAH, Silang mendominasi dengan 60% (18x), sedangkan Homo hanya 40% (12x).
  • Pada Jumlah Ganjil/Genap DEPAN, Ganjil mendominasi dengan 60% (18x), sedangkan Genap hanya 40% (12x).
  • Pada Jumlah Ganjil/Genap BELAKANG, Ganjil mendominasi dengan 60% (18x), sedangkan Genap hanya 40% (12x).
  • Pada Jumlah Besar/Kecil DEPAN, Kecil mendominasi dengan 63.3% (19x), sedangkan Besar hanya 36.7% (11x).
  • Pada Jumlah Besar/Kecil BELAKANG, Kecil mendominasi dengan 66.7% (20x), sedangkan Besar hanya 33.3% (10x).
Arti pola dan perhitungan

BS: digit 5–9; KC: 0–4; GJ/GP: ganjil/genap. KB/KP: digit kiri lebih kecil/lebih besar; TW: sama. TH: pasangan 26–74; TP: 00–25 atau 75–99. HM: paritas kedua digit sama; SL: berbeda. Jumlah dijumlah ulang sampai satu digit.

Menetapkan acuan pada Pola Dasar

Pola Dasar membantu mengarahkan pengamatan pada posisi, urutan, dan pengelompokan angka dalam catatan pasaran. Pilih pasaran terlebih dahulu, kemudian tentukan bagian data yang ingin diperiksa. Gunakan acuan yang tetap selama satu pemeriksaan, misalnya posisi digit yang sama pada beberapa tanggal. Cara ini membuat catatan lebih mudah ditelusuri daripada berpindah-pindah aturan setiap kali menemukan bentuk yang menarik.

Memeriksa pola pada rentang yang lebih luas

Setelah melihat kemiripan, periksa juga baris yang tidak sesuai dengan dugaan awal. Catat batas tanggal agar pengamatan tidak hanya menampilkan contoh yang mendukung kesimpulan. Bentuk diagonal atau urutan berulang dapat dipengaruhi cara tabel disusun. Pola Dasar berguna sebagai kerangka pembacaan arsip, sedangkan penilaian terhadap hasil mendatang tetap memerlukan bukti yang tidak dapat digantikan oleh kesan visual.

Bacaan terkait: Statistik Angka.